Mati Lampu

Saat bersantai di kamar menjelang maghrib tiba-tiba saja lampu kamarku mati, tidak hanya itu lampu kamar mandiku juga mati. " Waduh mati lampu" begitu pikirku. Sesaat kemudian aku terheran-heran karena laptopku masih menyala dengan aliran listrik bukan dengan baterai. Kemudian kucoba meyalakan tv, ternyata menyala. "Ehm, jangan-jangan lampunya rusak, tapi kok sekaligus dua", sambil meraba-raba dinding, kukembalikan saklar lampu ke posisi off dan mencari alat pemasang lampu.

Dengan alat pemasang lampu dan hanya diterangi cahaya monitor laptopku, kucoba melepaskan lampu dari tempatnya. Tanpa menyadari bahwa alat tidak terpasang dengan sempurna pada lampu, kucoba memutar lampu ke sebelah kiri. Hasilnya lampu langsung pecah dengan menyisakan dua bagian dari empat bagian yang ada.

"Yaaaah pecah ....", setelah memasukkan pecahan tersebut ke dalam kantung plastik putih, aku membuangnya ke dalam keranjang sampah. Kuambil sapu dan membersihkan lantai dari serpihan pecahan lampu yang berserakan. Semuanya kulakukan dalam gelap.

Tak lama azan maghrib berkumandang, aku segera berwudhu dan menunaikan sholat. Setelah sholat aku keluar meminjam lampu senter kepada ibu kos. Dengan penerangan senter kucoba mengganti lampu kamar mandi. Kemudian aku menekan saklar lampu kamar mandi, hasilnya tidak ada. "Huh ... ternyata aliran listriknya".

Sekarang yang menjadi masalah adalah bagian lampu yang tersisa, akan sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Sekali lagi kucoba melepaskan lampunya, bahkan kucoba mematahkannya tetapi tidak membuahkan hasil. "Ehm gimana ya, apa sebaiknya kuhancurkan saja", tapi kuurungkan niatku tersebut.

"Ehm kalo begitu besok aja deh lapor ke ibu kos", dengan perasaan kecewa aku menyalakan dvd memutar musik rock kesukaanku sebagai obat pelipur lara dan melahap nasi pecel lele yang tadi sore sempat aku beli di warung depan kosku.

Kuhabiskan malam ini dalam gelap, segelap langit malam yang kelam.

0 komentar:

Posting Komentar

;