Selama tiga malam kamarku dalam kondisi gelap gulita, akhirnya ajudan bapak kos menyempatkan diri mengecek jaringan listrik di kamarku. Mas Aril yang mengerti listrik naik ke dek kamar sementara Mas Johan bertugas sebagai tangga karena di rumah nggak ada tangga. Setelah di atas Mas Aril berhasil melepaskan lampu kamar yang dua dari empat bagiannya sudah pecah. Ternyata rumah lampunya berbentuk unik, kotak dengan dua buah tonjolan logam sebagai alat mengalirkan listrik. “Ehm pantesan aja waktu ku putar jadi pecah, ternyata bentuknya bukan uliran seperti lampu pada umumnya”, aku berkata sambil terheran-heran melihat lampu yang ada ditanganku.
Setelah beberapa lama melakukan pengecekan dengan tespen, Mas Aril mengambil kesimpulan tidak ada yang salah dengan jaringan listriknya. “Jangan-jangan stutnya turun”, katanya sambil berpikir sejenak. “Oh iya, stutnya ada dibalik lemari”, sambil menunjuk lemari Mas Aril memberikan petunjuk agar aku dan Mas Johan membantunya menggeser lemari pakaian.
Setelah lemari digeser, terlihat kotak stut listrik kamarku. “Oalah, aku lupa kalau disitu ada stut listrik, ha ha ha”, kataku sambil tertawa. Kemudian Mas aril membuka kotak stut, dimana terdapat empat stut. Tiga diantaranya mengarah ke atas sedangkan salah satunya mengarah ke bawah. Stut yang mengarah ke bawah dinaikkan dengan jari telujuk kanan. “Coba tes lampu kamar mandi”, Mas Aril berkata sambil melihat pintu kamar mandi yang terbuka. Lampu kamar mandi serta merta menyala saat kutekan saklar ke posisi on.
“Ha ha ha ternyata cuma stutnya ….”, aku menertawakan kebodohanku sendiri. Dua buah lampu pecah karena ketidaktahuanku masalah listrik. Awalnya hanya lampu kamar yang pecah, akan tetapi setelah mencoba mengembalikan lampu kamar mandi yang dengan lampu sebelumnya yang lebih kecil akhirnya lampu kamar mandi tersebut pecah juga.
Masalahku aliran lampu selesai, namun ada masalah lain yang tak kalah penting yaitu membeli lampu yang memiliki rumah yang unik yaitu kotak dengan dua buah tonjolan logam sebagai alat mengalirkan listrik serta membersihkan dinding kamarku yang pernuh bercak kaki dan tangan bekas Mas Aril naik ke atas dek kamar. Jika dibiarkan, orang akan menyangka kamarku pernah didatangi spiderman.
Sekarang semua masalah sudah selesai baik dinding yang kotor telah kubersihkan dan lampu baru yang sudah terpasang dengan cantik ditempatnya. Saat menulis kisah ini, hari juga menjelang maghrib seperi saat dimana pertama kali lampu kamarku mati beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba saja lampu mati, “Oh tidaaaaaak, jangan lagi ….”, ternyata stut listriknya mati lagi.
Setelah beberapa lama melakukan pengecekan dengan tespen, Mas Aril mengambil kesimpulan tidak ada yang salah dengan jaringan listriknya. “Jangan-jangan stutnya turun”, katanya sambil berpikir sejenak. “Oh iya, stutnya ada dibalik lemari”, sambil menunjuk lemari Mas Aril memberikan petunjuk agar aku dan Mas Johan membantunya menggeser lemari pakaian.
Setelah lemari digeser, terlihat kotak stut listrik kamarku. “Oalah, aku lupa kalau disitu ada stut listrik, ha ha ha”, kataku sambil tertawa. Kemudian Mas aril membuka kotak stut, dimana terdapat empat stut. Tiga diantaranya mengarah ke atas sedangkan salah satunya mengarah ke bawah. Stut yang mengarah ke bawah dinaikkan dengan jari telujuk kanan. “Coba tes lampu kamar mandi”, Mas Aril berkata sambil melihat pintu kamar mandi yang terbuka. Lampu kamar mandi serta merta menyala saat kutekan saklar ke posisi on.
“Ha ha ha ternyata cuma stutnya ….”, aku menertawakan kebodohanku sendiri. Dua buah lampu pecah karena ketidaktahuanku masalah listrik. Awalnya hanya lampu kamar yang pecah, akan tetapi setelah mencoba mengembalikan lampu kamar mandi yang dengan lampu sebelumnya yang lebih kecil akhirnya lampu kamar mandi tersebut pecah juga.
Masalahku aliran lampu selesai, namun ada masalah lain yang tak kalah penting yaitu membeli lampu yang memiliki rumah yang unik yaitu kotak dengan dua buah tonjolan logam sebagai alat mengalirkan listrik serta membersihkan dinding kamarku yang pernuh bercak kaki dan tangan bekas Mas Aril naik ke atas dek kamar. Jika dibiarkan, orang akan menyangka kamarku pernah didatangi spiderman.
Sekarang semua masalah sudah selesai baik dinding yang kotor telah kubersihkan dan lampu baru yang sudah terpasang dengan cantik ditempatnya. Saat menulis kisah ini, hari juga menjelang maghrib seperi saat dimana pertama kali lampu kamarku mati beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba saja lampu mati, “Oh tidaaaaaak, jangan lagi ….”, ternyata stut listriknya mati lagi.
0 komentar:
Posting Komentar